a.
kalo ditanya, kenapa akhirnya milih berteman kayak biasanya dan ga berharap lebih sama dia, itu karena faktor trauma masa lalu kali ya. yang bikin munculnya perasaan khawatir ditinggal lagi demi cewe yg sama kayak pas smp. dan ngerasa ga wajar karena ini terkesan buru-buru setelah dia baru banget putus. pertimbangin apa kata tata soal set boundaries, 'karena kita gatau, saat dia sembuh. atau saat cewenya balik ke dia, dia bakal ninggalin aku lagi apa ngga'. then, aku juga takut hal yang manis dan pengharapan akan 'kita' ini cuma ada di pov aku aja, ngga dengan pov dia. mungkin bisa jadi di mata dia kondisi 'kita' yang sekarang ini cuma hal biasa, lebih dekat sih, tapi ga bisa dibilang 'lebih dari sekedar teman'. jadi aku takut salah persepsi. lalu, oleh karena ketidakjelasan itu, dan aku mengkhawatirkan kesehatan diri sendiri dan keutuhan pertemanan kita, terlebih dia pernah bilang 'kata ibu, jangan sampe ada yang suka di dalam circle ini, takutnya setelah itu ga bisa kumpul lagi kayak semula' based on pengalaman ibunya. so, aku beraniin nanya fadli soal pov dan perasaan dia 'saat ini' dengan nanyain perihal note yang dia tulis di instagram: 'nanti, gw gamau kalah lagi'.
dan ya, ternyata dia belum selesai sama masa lalu nya. kata fadli, dia udah nerima untuk putus, tapi suatu saat cewenya mau balik ke dia, dia akan available dan nerima, dia mau buktiin klo dia yang paling setia setelah cewenya berkelana nyari cowo-cowo lain. sakit sih. untung tau lebih awal.
aku awalnya ga terima, kesel, kecewa, sedih. dan seperti biasa, bermonolog sendiri, sampe akhirnya ngulik untuk nyari benang merahnya. berakhir lega sih. karena ternyata gada yang perlu disalahkan, soal kelayakan diriku sendiri, soal kondisi emosional dia, ataupun soal keadaan. aku udah cukup dewasa untuk bisa menyikapi ini semua. jadi ga perlu buang-buang energi lagi dengan adanya kebingungan akan sikap dia.



0 Komentar